Posts

Showing posts from 2014

Sedikit Tentang Manusia dan Tuhannya

Apakah kami, manusia Begitu cintanya Pada nabi dan tuhannya Sehingga tak rela Mendengar kebenaran lain yang bukan kebenarannya? Atau mungkin kita, manusia Begitu lupanya Pada nabi dan tuhannya Sehingga terlupa Yang mana yang menjadi ajarannya Bisa jadi kita, manusia Begitu cintanya Pada harta dan uangnya Sehingga tidak bisa lupa Akan perut dan kontolnya   Daripada menjadi umat durjana Pikiran sempit terlena fana Lebih baik sekalian saja Kita tak usah beragama Untuk para bigot, -@erdions- 

merry christmas

They say It's the most wonderful time of the year That day When trees and the buildings echoes the cheer Today Salvation is coming, no further delay Give way For Jesus is born and today's a good day Hooray The children are waiting, they won't sleep away They may See Santa Claus coming, with gifts on his way Let's say Like barbies or jerseys signed by John O'Shea Okay I'm all out of rhymes and out of words to say So quit all the buzzing on this: Holy day Holiday Joyful sway Fall away On Lord's Day Wish you a Merry Day Today on Christmas Day Merry Christmas, -@erdions- 

Menanti Hujan

Kapankah, o langit Kau akan menghentikan? Aku nantikan, o awan Kala kau tenang sedikit Aku menunggu, o langit kelabu Hingga mentari lenyap dari hadapanku Aku menanti riuh gemuruh Berhenti, dan dengan cemas aku berteduh Berteduh dari tetesan airmata langit Berlindung dari kucuran sengit Lekaslah usai, aku ingin pulang! Aku lelah dan kau tahan aku, Paksa aku nikmati petang Dan dalam lapar dan dahaga, aku bertanya: Kapankah kiranya, wahai angkasa Sampai kapan kau luapkan angkara murka? Sampai kapan kepulanganku kau tahan Aku mohon, hentikanlah hujan... Nungguin yang gak kelar-kelar, -@erdions-

It's Only A Matter of Time

It's only a matter of time Before the vinyl restarts spin Before the story re-begin Of that tale in a wintertime It's only a matter of time Before the castle's torn apart By tide waves you make from the start Your overjoyous naĂ¯ve heart It will be soon before long You will be punished from that wrong The ones you linger on yearlong You're left with mountains high to climb All you can do is wait and see Desires washed down to the sea And ended up a memory Regretting, "Why can't I foresee?" It's only a matter of time  before it all starts to rewind... The flower's gone, she's taciturn You wish your nightmares won't return But she's distancing, fading, to black And you know she may won't come back And so it happened again, damn it... -@erdions-

Unrequited

It's cold in here I've been bleeding My soul's aching Like a slaughtered deer It's so lonely in here Desolate like a desert Seeking moments left unremembered Trembling, curling like a sphere Wait! Where are you going? Can't you see it's me that you're leaving? Could you please take off this thing? On my chest you're planting? It's suffocating. To know that I should be moving To know that you're really un-desiring This thing I intend on giving. It's my love you keep on rejecting. From a heart still wishing, -@erdions-

Selamat Ulang Tahun

Waktu berdetik dan aku masih bisu Setumpuk kata tertulis di benakku Dan lidahku kelu Tak mampu aku mengucap padamu Sekali lagi aku hanya bisa termangu Dan memandangmu dari jauh Segunung hadiah kado tak ada padaku Yang kujadikan alasan untuk jauh darimu Meski jujurnya, kamu terlalu indah bagiku Aku hanya takut bila pesonamu Otomatis menolak kehadiranku Karena kamu pantas dapat lebih dariku Kini saksikan waktu membawamu Beranjak dewasa, menambah ayu Raih anganmu, Bersinarlah di malam kelabu Dan dari jauh, sinari malam sepiku. . . . . . . . Serta, semoga Tuhan selalu bersamamu Happy birthday, -@erdions-

Cinta Macam Apa

Cinta macam apa? Yang tak tukar bicara? Yang tak bertegur sapa? Yang tak bertatap mata? Rasa macam apa? Yang kala menatap wajahmu? Menelurkan malu Dan kecewa Pada diri dan rupa Yang terpantul di kaca? Gadis macam apa Kamu? Yang indahnya jauh untuk direngkuh, Dan dengan serenitas auramu Basahi diriku dingin berpeluh? Lelaki macam apa Aku? Yang seketika gemetar dan jatuh Beku Ketika disandingkan dengan dirimu? Ketika ingin berucap kepadamu? Terus meragu... Siapakah aku untuk memilikimu? And I still couldn't reach you, -@erdions-

Buta

Gelap Tidak terdengar kata terucap Terjerat masuk perangkap Tak lagi kulihat apa-apa Namun yang dibatas tak hanya mata Aku buta melampaui indra. Karena kamu Sialan kamu Karena kamu lenteraku Aku tak bisa lihat tanpamu Dan kau tak pernah di situ Ketika aku butuh lampu Ketika aku butuh pelita Ketika malam gelap gulita Ke mana kamu pergi? Pula ke mana aku bisa pergi? Karena aku dijerat gelap disini Lalu kini aku bagai buta Dan tak kulihat lagi cahaya Selain kau semata You're the only thing I see, -@erdions-

Retak

Retak Segala dinding yang tampak Tergeletak Merasakan detak Nadi dan otak Lemas Kedua lutut yang bergetar Takluk akan debar Nafas Yang menderu Menatap mata lentik mendayu Di hadapanmu Luluh lantak segala kejantananku Dan aku tak pernah berani menghadapimu, -@erdions-

Puja-puji Tengah Malam

Lembayung muda Diresap dalam mata Dikagumi kemolekannya Lembayung muda Adakah engkau rela Bilakah kamu dan cantikmu aku sita? Lembayung muda Engkau penuh aroma segar Hibur jantungku menambah debar Lembayung muda, Adakah di alam mimpi Bayang diriku datang menyambangi? Lembayung muda, Bilakah sesaat nanti Sang waktu menghampiri Aku dan kamu lagi Maukah kau bukakan pintu bagi puja-pujiku di malam hari? Membayangkanmu sebelum tidurku, -@erdions-

Dan Kau Hanya Diam Saja

Kau lihat di situ ada peti harta, Dan tertera di secarik kertas,  di atasnya Bahwa peti itu, dan segala binar isinya Adalah milikmu semata. Dan kau hanya diam saja Berlalu melewatinya Kau lihat disitu ia berdiri sepi Dan terlihat sekelilingnya  Tak sesosok pun Tak sesosok pun menemaninya Dan kau hanya diam saja Berlalu melewatinya Dan dia memberikan tatapan itu Matanya mencerminkan Jelas Bahwa ia sedang menanti Menanti sesuatu membawanya kesana Dan kau hanya diam saja Berlalu melewatinya Dan dia Dalam metafora Mengulurkan tangannya Dan kau, Kau seharusnya menggapainya, Dan kau ikut kesana bersamanya. Dan kau hanya diam saja Berlalu melewatinya Bodoh! Pada akhirnya dirimu sendiri kau cemooh! Karena dalam keraguan dan konfidensimu yang roboh Engkau telah gegabah dan membuat dirimu terlihat bodoh Karena kau hanya diam saja Dan berlalu melewatinya Untuk rasa malu -@erdions-

Ilaneva 2

Dalam tenang jiwa Dalam suka damaikan sukma Dalam damai di taman bunga Dalam naung taman di barat Ilaneva Di bawah langit biru di angkasa raya Dalam angan mimpi menembus bayangan maya Di atas hampar hijau rumput ilalang seraya Di sini aku berbaring di taman Ilaneva Dibasuh hujan sore menetes rintik Dibelai manis tetes air bagai jemari lentik Diusapkan segala tangis dan kerut jenuh jiwa Di tengah hujan gerimis di taman Ilaneva Disorot mentari pagi tepat di bola mata Dibangunkan deru ombak membasahi celana Ditarik ombak ke laut mengawali kelana Di mimpi pasir platina di pantai Ilaneva Dalam tenang jiwa Dalam suka damaikan sukma Dalam damai di hutan cemara Dalam sejuk angin di timur Ilaneva Dalam cerita yang tiada berakhir Dalam ria tak kenal getir Dihembus angin sejukkan mata Di atas awan di langit Ilaneva Dirayu bidadari terbang kesana kemari Dirayu keping salju musim dingin Januari Dirayu kayangan silau layaknya supernova Dimabuk asmara sriwedari di pun...

Ilaneva

Siapkan layarmu! Arahkan haluanmu! Sekali lagi kita berlayar Membelah laut luas menghampar Arahkan kekermu! Pusatkan pandanganmu! Ke tanah pasir platina Ke arah labuh Ilaneva Jauhkan keraguanmu! Hilangkan ketakutanmu! Memang badai menghalang langsung Meski ombak mengoyak lambung Tapi kau lihat, ketika kau telah sampai Di lantai pasir putih di pantai Ilaneva Kau temukan tiupan angin santai Membawamu terhanyut dalam damai jiwa Ia, Ilaneva, adalah keindahan yang tak tersentuh Oleh tangan kaki manusia bertubuh Ilaneva belum ternoda jejak sepatu Dan dia akan menjadi pulau pertama pengembaraanmu Atau mungkin singgahan akhirmu... Dalam rengkuh udara di tanah Ilaneva Engkau hembuskan dan hirupkan cinta Dari Yang Kuasa akan anugerah indah-Nya Engkau rasakan dilingkupi damai hati yang lama kau damba Bayangkan engkau berdansa di aula Di dalam megah di tengah istana Rasakan suka yang tak terlupa Seiring langkahmu menyusuri balai...

Topeng

Aku tak mau Kalau nanti aku Lupa dan gelap mata Aku tak mau Bila Topeng yang susah payah Aku jahitkan ke muka Terlepas kaitannya Dan terpecah Aku tak mau kamu takut Karena di balik topeng itu ada Sesosok buruk rupa Yang terkutuk mengalami nasib Yang sama Bagai siklus yang tiada habisnya Tak ada Tak ada lagi yang mau terima Sosok wajah dibalut cela Apalagi engkau Karena kamu adalah alasan Di balik semua tambalan Topeng kebisuan Dan Kejauhan darimu Karena kamu Meretakkan topengku Dengan gugup dan malu Apakah kau senang dengan rupa dibalik topengku? -@erdions-

Pintu

Adakah pintu itu Masih terbuka untukku? Adakah kereta itu Belum berangkat Dan masihkah ada karcis untukku Apakah aku masih bisa berpaling padamu? Ah, bodohnya aku Terlantar dalam kaku Dibelenggu ragu-ragu Padahal aku lihat Pintu itu masih terbuka Dan pintu itu terbuka Tepat depan mata Dan aku hanya bingung ternganga Dalam kepala tak ada tanya Selain "Lalu gimana?" Karena aku, dalam kebodohanku Tak tahu harus apa Cuma bisa malu Takut untuk mengetuk Seakan berat langkah maju mendekat Seharusnya aku coba masuk saja Namun sejuta khayal melintas dan membatas Munculkan takut akan apa di dalam Munculkan kenangan sakit tentang lain pintu Yang dibanting tutup depan wajahku Dan sekarang pintu mulai merapat Dan aku, dalam mengutuki kekeliruanku Dan dalam penyesalan, bertanya dalam haru Adakah pintumu masih terbuka untukku? Please don't close the door on me, -@erdions-

About Things Posted Here

Oke, gue udah pengen ngepost dari kemaren-kemaren tapi gak ada materi, like usual,  dan ketika ada sekilas ilang karena gue jadi sering keluar rumah sekarang. If you noticed that my posts have been poetic lately, itu karena gue emang pengen bikin puisi lagi akhir-akhir ini. Because love needs beautiful words, -@erdions-

Berkaca

Aku menatap diri Coba cari lagi esensi Cari alasan Dari mana bisa begini Berkaca pada opini Sadari salah diri Mencoba reparasi Agar lebih layak lagi Walau cermin tajam peri Walau diiris luka hati Seharusnya aku tak peduli Aku ingin lepas semua Keluar dari kurung cangkang lama Tambal lubang poles goresan Walau lelah tapi sepadan Ingin baik jiwa dan badan Syukur aku katamu pedas Maka jawaban sudah terlepas Mulutmu beriku bebas Untuk tahu mana yang ditebas Makasih kau buat aku terjaga Dari mimpi semu rasa lega Dari sesak hitam asap jelaga Dari tenggelam ke dasar telaga Jauhkan aku dari bangga Karena memang tak pantas bangga Karena banyak rusak dimata Meski aku tak tahu, Apa aku harus bertopeng begitu lama Hingga melapis menyatu dengan mukaku Atau aku lepas kulitku, Atau jiwaku Lepas dan tambal lagi untuk yang baru Tapi aku bertekad mengganti Demi kamu, dan terlebih Aku yang lebih dekat lagi Dengan kesempurnaan. Introspeksi, -@erdions-

Sayap Hitam

Kamu malaikatku Adapun hitam sayapmu Dan letak surgamu aku tak tahu Ini aku, bingung dan tak tahu Seisi pikiran berontak tak tentu Takut hilang, takut kehilanganmu Kau gelisah dan legaku Kau hantui pikiranku Hadirmu hapus galauku Tolong, aku takut Aku dalam kemelut Pikiran sakit serabut Kamu terbang Menjauh melayang Dan aku tak senang Karena aku takut kau hilang Aku takut kau masuk jurang Aku tak rela dan aku bimbang Masih banyak tanya melintas Jejak bulu sayap hitammu meretas Fantasi tanpa batas Aku coba menyangkal bila surgamu durjana Aku coba terima pabila itu adanya Aku terbelah jadi dua Aku tak tahu harus gimana Haruskah aku bersayap juga Agar aku terbang kemana kau berada Dan hentikan jalanmu tuk peluk kita berdua Aku takut kita hilang dan tiada Aku takut, aku takut. Haruskah aku putihkan sayapmu Agar tak salah arah lajumu Tapi aku khawatir kau kehilangan segalamu Oh, God, what should I do? Haruskah aku jadi malaikatmu Biar aku menja...

Retret

Fuck, man; gue capek. Banget. Hari ini tanggal 13 September 2014, baru balik retret 3 hari di Pratista di Cimahi di deket Bandung. Sebenernya ada banyak yang pengen gue omongin but as I sit here and write this thing, I ran out of things to say, so I'm gonna keep this short. But I'm glad. Retret kali ini beda sama retret sebelumnya. Yang ini lebih ngena. From my happy side, -@erdions-

Akrostik 2

Kenapa baru aku sadari? Apakah buta selama ini Lamunan lain melintas memori Ingkari satu yang tak disadari Semua kini ter-realisasi Ternyata baru jelas disini Aku terdiam memaki diri Lantas kenapa baru sadari? Ada disini sekeping sriwedari Visi mengabur serabutan wara-wiri Entah kemana kuarahkan diri Namun sekarang buyar ilusi Ini aku, sekarang sadari Aku mencari, kudapat disini Aku tak mengerti kenapa baru sadari? Ketika ruang waktu biarkan kita menepi Ungkapkan keping memori teringat jauh tadi Cukup sesal terlambat sadari. Ingin putar waktu kembali Niatan belaka tak bisa beraksi Terkikis habis waktu tak ganti Aku hanya ingin lebih lama lagi, Pelankan laju waktu disini, ku ingin denganmu nikmati Dalam larik romansa abadi Alangkah indah bila pahami Mulai kini mulai mencari Ungkapan cinta lewat puisi Ada sandi tersirat, -@erdions-

What to do later...

Fuck, man. I'm in love. again. But there's an aura a tad different this time: It's like premature heartbreak I'm not even sure why. And remind me that I am not keen to brag shit about it, about who is it this time, and stuff like that. So, what I'm planning to do is that I'll just pour shit out around here. Maybe that'll help me post regularly. Oh, and one more thing: I'll be writing some unfinished ideas I got at home around here so that when I swing by here I'll see it, and hopefully finish it. Human Monday I hope she won't ever read this blog before time, -@erdions-

Akrostik

Ketika sapa ditangkap telinga Aku berpaling menyambut kata Lagak bersolek pamerkan daya Ingin menarik lirikan dia Selagi mampu aku lakukan Tak akan ragu aku teruskan Aku mendekat, aku berjalan Layaknya lalat mengendus mayat Angin bergerak menghembus lambat Via fantasi aku kembara Entah kemana rasa membawa Niat menggapai cerita baru Impian lalu nyata bertamu Aku rasakan cintaku baru... Tiap larik punya makna, -@erdions-

YEAR ONE: WOOOHOOOOO!!

I'VE JUST REALISED THAT I'VE BEEN BLOGGING FOR A YEAR NOW. FUCK! U WOT M8!? FOR REAL? Yes, a year. And I can't stop wondering. Why the hell there's only 16 posts in a year? And then there's this huge-ass gap of not posting for over 4 months. Now that's a long time of idea drought. Anyway, I'm glad. I just wish that I could blog about something more useful around here, although I'm very sure almost nobody I know will ever read this. But still... HAPPY BELATED BIRTHDAY THERDIONS.BLOGSPOT.COM AUGUST 7TH, 2014, -@erdions-

Jealous

Makin hari makin menjadi Suara benak makin melirih Saat suka bersinar pelangi Saat duka melenguh perih Dikata cinta sebatas suka Atau sekadar nafsu belaka Seakan api biru neraka Aroma iri membakar sukma Semakin hari semakin sulit Bila ditanya terus berkelit Berbohong saja, bilang sembelit Padahal kosong menatap langit Terpantul dalam dilema mental Bergerak terus macam terpental Melihat wajah bangkitkan khayal Didalam benak, tersirat "Sial!" Dipikir terus, pikiran risau Menyayat-nyayat, layaknya pisau Dipikir terus, seperti sakau Kata yang gaul, namanya galau Ingin kudekat, aku pengecut Ingin ku hardik, nyali menciut Rasa tak berhak, aku tak patut Bilakah teman ingin ku sikut Cuma ku takut, jika dilanjut Jatuh tersingkir, jatuh ke laut Cuma ku takut, kalau ku hanyut Menggapai tangan, tapi direbut Ingin marah, salah Sedih lagi, salah Didiamkan, marah Disesalkan, parah Yang ku ingin cuma berani Untuk saingi, ikut dekati Namun ku takut ja...

Bulan baru.

Ah, finally August. Perasaan gue baru kemaren bikin KTP. Bulan ini kebanyakan urusan gue meliputi sekolah, dan ngeband. I actually look forward to the band part more. Tapi yang masih tetep nyangkut adalah kenangan tentang mantan gebetan  gue masih nggak tau mau nulis apaan. Malahan I'm really thinking why should I have a blog in the first place?  Jadi mungkin gue bakal balik lagi kalo ada hal untuk diposting. Until then... Stay safe, God bless you, -@erdions-