Ilaneva
Siapkan layarmu!
Arahkan haluanmu!
Sekali lagi kita berlayar
Membelah laut luas menghampar
Arahkan kekermu!
Pusatkan pandanganmu!
Ke tanah pasir platina
Ke arah labuh Ilaneva
Jauhkan keraguanmu!
Hilangkan ketakutanmu!
Memang badai menghalang langsung
Meski ombak mengoyak lambung
Tapi kau lihat, ketika kau telah sampai
Di lantai pasir putih di pantai Ilaneva
Kau temukan tiupan angin santai
Membawamu terhanyut dalam damai jiwa
Ia, Ilaneva, adalah keindahan yang tak tersentuh
Oleh tangan kaki manusia bertubuh
Ilaneva belum ternoda jejak sepatu
Dan dia akan menjadi pulau pertama pengembaraanmu
Atau mungkin singgahan akhirmu...
Dalam rengkuh udara di tanah Ilaneva
Engkau hembuskan dan hirupkan cinta
Dari Yang Kuasa akan anugerah indah-Nya
Engkau rasakan dilingkupi damai hati yang lama kau damba
Bayangkan engkau berdansa di aula
Di dalam megah di tengah istana
Rasakan suka yang tak terlupa
Seiring langkahmu menyusuri balai istana
Di balai kirana Kastila Ilaneva...
Boleh kau sandingkan Ilaneva dengan Nirwana
Boleh kau anggap ia sebagai surga dunia
Karena kau akan hanyut disana
Kau akan kehilangan siapa dirimu tadinya
Dan kau akan dapati dirimu baru
Karena Ilaneva, bersama dengan perjalananmu
Ke sana, telah mengubah jatimu
Dan kau akan menjadi seperti aku
Direngkuh ketergantungan akan Ilaneva, pulau candu...
Takkan kau temukan rasa rindu pulang
Seakan rumahmu memang disana
Di sepoi angin di cemara di lereng bukit-bukit Ilaneva
Di hangat lembah merah di ujung selatannya
Adapun memang Ilaneva adalah pukat
Mistik malamnya dan cerahan siangnya ialah jerat
Jadi, bangun!
Sadarlah dari mimpimu!
Sadarlah dari mimpimu!
Masuklah kapal dan jangan terlambat
Sebentar lagi kita berangkat
Dan kau akan temukan dirimu kembali dalam mabuk cinta, di dalam kirana Kastila Ilaneva...
Tentang pulau kiasan,
-@erdions-