Tolong
Tolong! Aku baru terbangun dari tidurku Dari mimpi Dan aku melihat Lengan dan jari-jariku Sudah menjadi besi Tolong! Aku baru terbangun dari mimpi Dari tidurku Dan segala nadi arteri Di tanganku Menjadi selang berminyak Dan saraf-sarafku menjadi kabel timah Tolong aku! Aku baru selesai bermimpi Akan hidup di atas awan pelangi Dan akan darah dan peluh dan air mani Yang semanis madu dan warna-warni Tapi ketika aku membuka mataku Untuk menghadapi kenyataan di depanku Yang kulihat hanyalah abu-abu Selamatkan aku! Karena aku tak bisa lagi menoleh kiri-kanan Dan yang kulihat di depan Hanyalah Soekarno-Hatta dan Ngurah Rai dan Otto Iskandardinata serta Pattimura Dan kakiku tanpa sadarku berjalan kesitu Dan aku kehilangan kesadaranku Dan aku hanya bisa rindu Dengan kegilaan mimpiku Tadi malam itu Sisa-sisa kewarasanku sudah terpakai untuk mengejar orang-orang itu. Terus mengejar orang-orang itu Tanpa berlari Dan dengan hanya duduk Termenung Dalam seb...