Makin hari makin menjadi Suara benak makin melirih Saat suka bersinar pelangi Saat duka melenguh perih Dikata cinta sebatas suka Atau sekadar nafsu belaka Seakan api biru neraka Aroma iri membakar sukma Semakin hari semakin sulit Bila ditanya terus berkelit Berbohong saja, bilang sembelit Padahal kosong menatap langit Terpantul dalam dilema mental Bergerak terus macam terpental Melihat wajah bangkitkan khayal Didalam benak, tersirat "Sial!" Dipikir terus, pikiran risau Menyayat-nyayat, layaknya pisau Dipikir terus, seperti sakau Kata yang gaul, namanya galau Ingin kudekat, aku pengecut Ingin ku hardik, nyali menciut Rasa tak berhak, aku tak patut Bilakah teman ingin ku sikut Cuma ku takut, jika dilanjut Jatuh tersingkir, jatuh ke laut Cuma ku takut, kalau ku hanyut Menggapai tangan, tapi direbut Ingin marah, salah Sedih lagi, salah Didiamkan, marah Disesalkan, parah Yang ku ingin cuma berani Untuk saingi, ikut dekati Namun ku takut ja...