Posts

Showing posts from January, 2015

Coba-coba Membuat Sepotong Haiku

Aku merindu Tapi tangan tak mampu Untuk merengkuh Did I did it right? -@erdions-

Bulan

Apabila aku harus menggambarkanmu dalam satu kata saja, nona, maka kata yang tepat adalah "bulan". Kenapa begitu, kau mungkin tanya. Karena, bagai peribahasa, bagai pungguk merindukan bulannya, Aku sang pungguk dan kau dewi malamnya. Kau cahaya terang di malam dingin durjana. Tiada kutemukan yang lebih terang, nona, hanya dikau sahaja. Namun celaka, sejauh apapun aku terbang ke arah sana, takkan sampai aku dapat menggapainya. Ya, kau terlalu jauh untuk raihan tanganku. Sayap yang ada pada punggungku tidaklah cukup kuat mengangkatku ke atas sana, ke tempat kau bertahta. Lagipula, aku siapa? Aku bukan penakluk jagat raya, bukan orang yang mampu dan pantas untuk meraih bulan dan menariknya ke bumi. Toh lagipula, apabila sanggup aku mencapai engkau, nona, kau terlalu besar untuk aku taklukkan. Disandingkan denganmu, kemegahanmu akan menelanku. Bulat-bulat. Maka, nona rembulan, takkan pernah kita bersua, dan kamu, tetaplah di langit situ. Karena aku takkan mampu menggapaimu. Jang...