Posts

Showing posts from October, 2014

It's Only A Matter of Time

It's only a matter of time Before the vinyl restarts spin Before the story re-begin Of that tale in a wintertime It's only a matter of time Before the castle's torn apart By tide waves you make from the start Your overjoyous naïve heart It will be soon before long You will be punished from that wrong The ones you linger on yearlong You're left with mountains high to climb All you can do is wait and see Desires washed down to the sea And ended up a memory Regretting, "Why can't I foresee?" It's only a matter of time  before it all starts to rewind... The flower's gone, she's taciturn You wish your nightmares won't return But she's distancing, fading, to black And you know she may won't come back And so it happened again, damn it... -@erdions-

Unrequited

It's cold in here I've been bleeding My soul's aching Like a slaughtered deer It's so lonely in here Desolate like a desert Seeking moments left unremembered Trembling, curling like a sphere Wait! Where are you going? Can't you see it's me that you're leaving? Could you please take off this thing? On my chest you're planting? It's suffocating. To know that I should be moving To know that you're really un-desiring This thing I intend on giving. It's my love you keep on rejecting. From a heart still wishing, -@erdions-

Selamat Ulang Tahun

Waktu berdetik dan aku masih bisu Setumpuk kata tertulis di benakku Dan lidahku kelu Tak mampu aku mengucap padamu Sekali lagi aku hanya bisa termangu Dan memandangmu dari jauh Segunung hadiah kado tak ada padaku Yang kujadikan alasan untuk jauh darimu Meski jujurnya, kamu terlalu indah bagiku Aku hanya takut bila pesonamu Otomatis menolak kehadiranku Karena kamu pantas dapat lebih dariku Kini saksikan waktu membawamu Beranjak dewasa, menambah ayu Raih anganmu, Bersinarlah di malam kelabu Dan dari jauh, sinari malam sepiku. . . . . . . . Serta, semoga Tuhan selalu bersamamu Happy birthday, -@erdions-

Cinta Macam Apa

Cinta macam apa? Yang tak tukar bicara? Yang tak bertegur sapa? Yang tak bertatap mata? Rasa macam apa? Yang kala menatap wajahmu? Menelurkan malu Dan kecewa Pada diri dan rupa Yang terpantul di kaca? Gadis macam apa Kamu? Yang indahnya jauh untuk direngkuh, Dan dengan serenitas auramu Basahi diriku dingin berpeluh? Lelaki macam apa Aku? Yang seketika gemetar dan jatuh Beku Ketika disandingkan dengan dirimu? Ketika ingin berucap kepadamu? Terus meragu... Siapakah aku untuk memilikimu? And I still couldn't reach you, -@erdions-

Buta

Gelap Tidak terdengar kata terucap Terjerat masuk perangkap Tak lagi kulihat apa-apa Namun yang dibatas tak hanya mata Aku buta melampaui indra. Karena kamu Sialan kamu Karena kamu lenteraku Aku tak bisa lihat tanpamu Dan kau tak pernah di situ Ketika aku butuh lampu Ketika aku butuh pelita Ketika malam gelap gulita Ke mana kamu pergi? Pula ke mana aku bisa pergi? Karena aku dijerat gelap disini Lalu kini aku bagai buta Dan tak kulihat lagi cahaya Selain kau semata You're the only thing I see, -@erdions-

Retak

Retak Segala dinding yang tampak Tergeletak Merasakan detak Nadi dan otak Lemas Kedua lutut yang bergetar Takluk akan debar Nafas Yang menderu Menatap mata lentik mendayu Di hadapanmu Luluh lantak segala kejantananku Dan aku tak pernah berani menghadapimu, -@erdions-

Puja-puji Tengah Malam

Lembayung muda Diresap dalam mata Dikagumi kemolekannya Lembayung muda Adakah engkau rela Bilakah kamu dan cantikmu aku sita? Lembayung muda Engkau penuh aroma segar Hibur jantungku menambah debar Lembayung muda, Adakah di alam mimpi Bayang diriku datang menyambangi? Lembayung muda, Bilakah sesaat nanti Sang waktu menghampiri Aku dan kamu lagi Maukah kau bukakan pintu bagi puja-pujiku di malam hari? Membayangkanmu sebelum tidurku, -@erdions-